Searching...
Friday, March 29, 2013

Kristenisasi di Indonesia

Indonesia merupakan negeri terbesar ke empat di dunia dengan jumlah 18.110 pulau yang tersebar di Nusantara dan populasi terbesar ke tiga setelah Cina dan Amerika. Indonesia juga dikenal sebagai negara kaum Muslim terbanyak di dunia.

Data Survei  Penduduk Antar Sensus (SUPAS) pada tahun 1990 yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS) menunjukan presentasi umat beragama sebagai berikut :


Merujuk pada persentase diatas, maka jumlah umat Islam Indonesia pada saat itu mencapai 183,12 juta jiwa dan diperkirakan umat Islam Indonesia sampai saat ini mencapai 200 juta jiwa yang tercatat di KTP.

Dengan banyaknya kuantitas Muslim di Indonesia tidak menjamin Muslim di Indonesia itu berkualitas. Karena kurangnya pemahaman terhadap agama Islam, kini para misionaris mulai melihat celah-celah untuk menghancurkan agama Islam secara halus maupun terang-terangan, salah satunya dengan adanya gerakan kristenisasi. 

Gerakan kristenisasi ini merupakan salah satu gerakan pemurtadan yang mengancam keberadaan umat Islam di Indonesia dengan mengkristenkan umat Islam. Hal ini sudah terjadi sejak masa lalu, yaitu ketika Kolonial Belanda mulai memasuki Indonesia.karena itu,bukan hal aneh jika penjajahan (Kolonialisme)barat di dunia Islam,selalu bekerjasama dengan misionaris untuk melanggengkan kekuasaannya. Sejumlah dekrit Kerajaan Belanda diberlakukan untuk mendukung Kristenisasi di Indonesia. Pada tahun 1810 Raja wiliam I dari Belanda mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa para misionaris akan diutus ke Indonesia oleh dan atas biaya pemerintahan kolonial Belanda.

            Seiring berubahnya zaman penjajahan ke zaman reformasi ,maka upaya-upaya kristenisasi pun berubah. Berikut adalah upaya  - upaya Kristensasi pada zaman sekarang :
  • Memilih desa desa terpencil dan membantu orang –orang miskin
  • Menawarkan pekerjaan
  • Kursus-kursus latihan gratis
  • Meniru kebiasaan orang Islam
  • Membangun Gereja-gereja
  • Kawin campur
  • Penyalahgunaan kedudukan

Kristenisasi menggerus keyakinan utama, digoda ilusi kebebasan dan kemilau harta. Dahulu kala, penjajah merampas politik dan ekonomi. Kini ditambah lagi pikiran dan hati, dipaksa menjadi kafir sejati terlepas dari ajaran tauhid para nabi.


            Mudahnya kristenisasi di Indonesia yang telah mengobrak-abrik umat Islam adalah bukti adanya kelemahan pada umat Islam itu sendiri, diantaranya :

    Yesus
  • At-Tanaazu (bertengkar dan bersaing demi hokum dan kekuasaan
  • At-Ta’asub (fanatik terhadap mazhab, ras ataupun kelompok)
  • Al-Ikhtilaf (berselisih dalam pokok & cabang ajaran agama)
  • Al-Hirsu ‘ala ad-Dunya (ambisi duniawi)
  • Itsaru an-Nafi (mengutamakan kepentingan pribadi)
  • At-Ta’alluq bisy-Syakli (terpaku pada formalitas / kulit, bukan pada isinya)
  • Al-Walaa li ghairillah (memberi loyalitas kepada selain Allah SWT)
Dampak yang ditimbulkan dari kelemahan pada umat Islam saat ini diantaranya :

  • Dha’fu al-Aqidah (lemahnya akidah)
  • Inhithaatu al-Khuluq (kemerosotan akhlaq)
  • At-Takhalluf fil ‘Ilmi (tertinggal dalam bidang ilmu pengetahuan)
  • Faqru ats-Tsarwah (miskin budaya & harta)
  • Tafakkuk fir-Rawaabithit Ukhowiyyah (tercerai berai dari tali persaudaraan)
  • Fasad al-Hukmi (kebobrokkan hukum)
  • Al-Faudha fi kulli syan (kekacauan dalam segala bidang)
  • Dha’fu al-Mahawiyyah (lemah mental)
Tidak sepantasnya bagi kita selaku muslim dijatuhkan dalam keadaan seperti itu dari masa-masa kejayaan Islam. Maka tindakan seorang muslim untuk mencegah hal tersebut adalah perlu adanya persatuan & keimanan yang kuat. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 103 :


و اعتصموا بحبل الله جميعا و لا تفرقوا
dan berpegang teguhlah kalian semua pada (tali) Allah dan janganlah kalian tercerai berai 


Janganlah kita menjual akidah kita hanya demi kucuran dolar atau rupiah sepeserpun. Jadilah bagian dari sebuah bangunan yang saling mengokohkan dan jangan menjadi pasukan yang saling menjatuhkan, jadilah pasukan demi menguatkan barisan Islam. Allahu Akbar!!


0 comments:

Post a Comment